TENTANG AGPAII

HUB

085884480106

Sejarah

Dalam amanat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, menyatakan bahwa pendidikan diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual yang mengendalikan, mengendalikan diri , kecerdasan, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Lebih lanjut mengenai organisasi profesi keguruan yang dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dalam pasal 41 bahwa:
“Guru membentuk organisasi profesi yang bertindak independen dan berfungsi untuk mengajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan dan pengabdian masyarakat .” Dalam pasal ini, kasihan juga bahwa guru wajib menjadi anggota organisasi profesi. Selain itu, organisasi tersebut harus berbadan hukum.
Berdasarkan dua batasan tersebut, maka organisasi profesi di Indonesia ini tidak hanya memprioritaskan memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi perkembangan individu (peserta didik) sebagai pribadi yang unik secara utuh.
Oleh karena setiap satuan pendidikan harus memberikan layanan yang dapat memfasilitasi perkembangan peserta pribadi yang didik secara optimal berupa kerangka kelas, maka pemahaman mengenai hal-hal yang berkaitan dengan profesi keguruan juga harus diprioritaskan. Hal ini merupakan bagian dari kompetensi yang juga harus dikuasai oleh peserta didik.
Profesi bukan hanya pekerjaan atau pekerjaan, melainkan suatu perkerjaan khusus yang mempunyai ciri-ciri, keahlian, tanggung jawab dan rasa kejawatan. Organisasi profesi merupakan suatu wadah tempat para anggota profesional tersebut menggabungkan diri dan mendapatkan perlindungan.
Dengan demikian organisasi profesi guru dapat didefinisikan sebagai berikut: “Suatu koordinasi yang rasional kegiatan sejumlah orang (guru) untuk mencapai tujuan (pendidikan) bersama yang dirumuskan secara eksplisit, melalui pengaturan (kode etik) dan pembagian kerja serta melalui hierarki kekuasaan dan tanggung jawab profesional “.

Di Indonesia, organisasi serta Serta Organisasi Serta sebagai Suatu Wadah Profesi digunakan Istilah lain seperti Perkumpulan, Ikatan, persatuan, serikat. Hal Penyanyi DAPAT kitd lihat berbeda penggabungan Dan sebagainya.Terkait dengan bidang pendidikan, dikenal beberapa istilah, antara lain: Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI), Ikatan Sarjana Administrasi Pendidikan (ISAPI), Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI), termasuk di dalamnya Perkumpulan Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia yang disingkat dengan AGPAII.
AGPAII sebagai organisasi profesional keguruan memiliki tanggung jawab dan tanggung jawab, berkembang, dan mengembangkan profesi keguruan, khususnya Pendidikan Agama Islam. Makna Menjaga antara lain, berarti upaya upaya layanan pendidikan agama Islam dan mutunya dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Sementara Memelihara artinya mengupayakan profesi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dari pencemaran nama baik.Sedangkan Mengembangkan cara upaya meningkatkan kualifikasi dan kualitas kemampuan profesional tenaga Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI).
Disadari bahwa pelaksanaan sistem Pendidikan Agama Islam secara makro dan mikro tidak dapat dilakukan hanya oleh Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI), namun juga diperlukan tenaga-tenaga profesional dengan bidang lain, seperti ahli perencanaan kurikulum bimbingan dan penyuluhan, teknologi pembelajaran disamping tenaga peneliti yang diperlukan untuk perkembangan sistem pendidikan agama Islam.
Itulah organisasi profesi guru AGPAII menghadapi tantangan yang cukup berat untuk menunjukkan bahwa bidang-bidang profesi yang ada di lingkungan guru agama Islam mempunyai sumbangan untuk pengembangan pendidikan agama Islam, khususnya pengembangan pendidikan Nasional di Indonesia.
Tantangan organisasi profesi AGPAII ini, tidak lepas dari bagaimana usaha LPTK mempersiapkan tenaga guru. Paul Suparno, SJ., Dkk dalam Bukunya Reformasi Pendidikan Sebuah Rekomendasi yang ditulis (2002) tentang Persiapan Tenaga Guru dan Prof. Suyatno, Med, Ph.D dan Drs. Djihad Hisyam, M.Pd mengulas tentang Harapan Kepada Guru; tulisan tersebut termuat dalam bukunya yang bejudul Refleksi dan Reformasi Pendidikan di Indonesia Memasuki Melenium III.

Visi Awal AGPAII

“Mewujudkan Organisasi Profesi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) yang profesional dalam rangka meningkatkan kualitas kepribadian Islam yang kaffah bagi peserta didik (siswa / murid) di sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah (PAUD, SD, SMP, SMA, SMK) menuju kemuliaan Islam dan kaum muslimin.

Berita

Wagub Jateng berharap AGPAII bersama Pemerintah Bisa Bersatu

AUDIENSI PENGURUS DPW AGPAII SUMBAR DENGAN GUBERNUR

WORKSHOP PEMANFAATAN KTA AGPAII DIGITAL DPD AGPAII PURWAKARTA

Guru PAI Jadi Jurnalis, Bisakah? Begini Ceritanya